Qwerty, Solusi yang Lahir Karena Typo

Qwerty, Solusi yang Lahir Karena Typo

Seperti yang diketahui, ada banyak jenis keyboard yang pernah ada dan salah satunya adalah keyboard QWERTY. Dinamakan QWERTY karena di barisan pertama di kiri atas adalah huruf Q, W, E, R, T, Y. keyboard jenis inilah yang dipergunakan hingga saat ini. namun, tahukah Anda cerita mengenai lahirnya QWERTY? Untuk tahu lengkapnya, baca disini ya tentang asal usulnya.

Asal Usul Keyboard

Awalnya, keyboard diciptakan oleh seseorang yang bernama Christopher Sholes. Keyboard tersebut memiliki susunan huruf berdasarkan pada alphabet sehingga dikenal dengan keyboard alfabetic. Di tahun 1869, keyboard tersebut kemudian dijadikan uji coba untuk pembuatan mesin ketik. Dengan begitu, Christopher juga menobatkan dirinya sebagai penemu mesin ketik.

mesin dari mesin tik

Namun. Setelah mesin ketik tersebut dibuat, banyak orang yang mengalami kesalahan. Ia kemudian mencoba untuk membaca teks di banyak jenis buku dan kemudian menghitung huruf yang paling sering berpasangan dalam suatu kata. Akhirnya dibantu oleh Amos Densmore, yang merupakan seorang Pendidik, ia menemukan angka frekuensi huruf yang dipergunakan berpasangan di banyak naskah.

Dari hasil studi tersebutlah, akhirnya Christopher mengembangkan suatu temuan dan susunan huruf QWERTY. Susunan huruf tersebut diciptakan untuk memudahkan penggunaan keyboard. Walaupun tidak sepenuhnya dapat menghilangkan kesalahan ketik yang terjadi, namun, setidaknya bisa meminimalisir terjadinya typo.

Hak Paten QWERTY

Siapa yang menyangka jika penemuan keyboard QWERTY tersebut akhirnya dipatenkan. Christopher mendapatkan hak paten atas penemuan keyboard jenis QWERTY tersebut di tahun 1878. Bahkan hingga saat ini jenis keyboard tersebut terus dipergunakan dibandingkan dengan jenis keyboard yang lainnya.

Bahkan, Christopher juga sudah melakukan uji coba secara saintifik dalam penggunaan keyboard tersebut. Dari hasil penelitian tersebut, terbukti dengan jelas jika penggunaan jenis keyboard QWERTY ternyata bisa mengurangi kesalahan pengetikan bahkan bisa menambah kecepatan pengetikan. Karena hal tersebut, jenis keyboard ni akhirnya dipergunakan secara luas.

Study Pengetikan dengan QWERTY

Keberhasilan dari keyboard QWERTY tersebut membuat christoper bahkan mendalami secara dalam mengenai kecepatan dalam penulisan kalimat. Dari hasil studi tersebut, pria kelahiran 14 Februari 1819 ini mendapati bisa orang bisa mengetik sebanyak 40 kata bahasa inggris per 1 menit. Bahkan, jika orang tersebut sudah mahir, ia bisa mengetik sebanyak 90 kata per menitnya.

Walaupun begitu, sampai ia meninggal di tahun 1890, keyboard jenis ini tidak banyak dipergunakan karena orang banyak menulis menggunakan tangan. Namun, hingga saat ini, keyboard QWERTY justru sangat populer dan hampir semua alat elektronik dengan input tulisan, menggunakan keyboard jenis ini.